Sejarah Desa

2.1.1. SEJARAH DESA

 

 

Menurut legenda, ada seekor ular di kawasan Curugmuncar yang bernama Baruklinting. Konon, pada saat Baruklinting di dalam kandungan, ayah Baruklinting mengidam manusia. Hingga suatu saat ada seorang kyai yang sering kehilangan santrinya.Kemudian, kyai tersebut menelisik kemana santrinya yang hilang. Akhirnya, sang kyai mengetahui kalau santri-santrinya yang hilang dimakan oleh ayah Baruklinting. Kyai tersebut akhirnya membunuh ayah Baruklinting.

Ayah Baruklinting dilempar dari atas dan tempat dilemparnya ayah Baruklinting itu sekarang diberi nama Sawah Picis. Ibunya yang kehilangan sang suami merasa bingung sehingga tempat ibunya bingung dinamakan Dukuh Garung. Ibunya Baruklinting pun berlari sambil bingung mau kemana sehingga tempat tersebut dinamakan Kliweran. Ibu ular itu pun lari lagi dan akhirnya tiba di Telaga Mangunan dan melahirkan Baruklinting. Setelah beberapa lama, sang ibu mengajak Baruklinting ke Telaga Lumbu. Sang ibu menanam kayu serak disitu. Ibunya memberi wasiat kepada Baruklinting untuk tidak meninggalkan tempat tersebut sebelum kayu serak yang ditanam sang ibu itu besar. Padahal, sesungguhnya kayu serak itu tidak akan pernah bisa tinggi. Hal itu dimaksudkan agar Baruklinting tidak meninggalkan tempat itu. Namun, Baruklinting terus mencari ayahnya yang meninggal. Terkadang muncul sebagai manusia bersisik. Menurut cerita, baruklinting tidak bisa dilihat karena dia adalah sukma halus.

 

Pada zaman dahulu kala, Desa Curugmuncar merupakan kawasan hutan lindung yang terletak di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Dikarenakan peperangan akibat penjajahan, membuat 2 orang warga (sepasang suami istri) mengungsi/melarikan diri ke hutan tersebut. Seperti manusia pada umumnya, orang tersebut memerlukan makanan untuk menyambung hidupnya. Mereka berinisiatif untuk membuka lahan dan menanaminya dengan sayur-sayuran dan makanan lain yang dapat dimakan.

Setelah perjuangan panjang, akhirnya mereka berhasil dan dapat mengembangkan lahan tersebut. Setelah berhasil, mereka memberitahu keberadaan kawasan tersebut kepada keluarga dan tetangga desa mereka yang dahulu. Akhirnya, banyak orang yang datang ke kawasan hutan lindung itu sehingga wilayah yang tadinya merupakan hutan menjadi sebuah desa. Desa tersebut dinamakan Desa Curugmuncar dikarenakan pada sebelah selatan dari wilayah itu terdapat air terjun (dalam bahasa setempat disebut curug) yang mencar-mencar, sehingga dinamailah desa tersebut dengan nama Desa Curugmuncar. Berdasarkan penuturan warga, pendiri Desa Curugmuncar adalah Mbah Lutung. Makamnya berada di samping pohon paling besar di Desa Curugmuncar (Pohon Gintung).

Bersamaan dengan bertambahnya tahun, bertambah pula jumlah penduduk desa Curugmuncar. Sehingga, membuat mereka memperluas wilayah desa dengan menambah dusun yang ada (pemekaran wilayah). Bila awalnya hanya ada 1 dusun yakni Dusun Curugmuncar, maka mulai tahun 1950 didirikanlah 1 dusun lagi dengan nama dusun Watugajah karena di wilayah tersebut ada batu yang hampir menyerupai gajah. Sehingga, dusun di Desa Curugmuncar berjumlah 2 yakni Dusun Curugmuncar dan Dusun Watugajah. Dulunya, rumah di dusun Watugajah sekitar 10 rumah. Namun, semakin hari jumlah rumah dan penduduk semakin bertambah di desa tersebut sehingga desa ini semakin berkembang. Pada tahun 2009, jumlah rumah di Desa Curugmuncar sekitar 96 rumah.

 

SEJARAH PEMBANGUNAN DESA CURUGMUNCAR

 

Untuk memaparkan sejarah Desa Curugmuncar, Tim Perumus agak kesulitan untuk mencari sumber informasi yang dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya yaitu pada masa – masa sebelum   Indonesia merdeka. Ini  di karenakan belum adanya dokumen – dokumen peristiwa masa lalu baik berupa prasasti maupun tulisan – tulisan lain. Dan untuk menguak sejarah pembangunan desa Curugmuncar Tim Perumus melakukan wawancara kepada beberapa orang sebagai pelaku sejarah masa lalu.

Sejarah pembangunan desa Curugmuncar meliputi beberapa zaman, yang masing – masing mempunyai corak dan warna  berbeda, diantaranya :

  1. Era penjajahan Belanda
  2. Era penjajahan Jepang
  3. Era Pemerintahan Soekarno ( Orde Lama )
  4. Era pemerintahan Soeharto ( Orde Baru )
  5. Era reformasi sampai sekarang

Dan sejarah pembangunan desa Curugmuncar  tidak lepas dari pemerintah desa itu sendiri. Dalam hal ini Kepala  Desa yang menjadi ujung tombak dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Dari sini sejarah akan dimulai dari zaman sebelum Indonesia merdeka

SEJARAH KEPALA DESA CURUGMUNCAR

Kepala Desa pertama                                                : Bp TASRO

Kepala Desa ke dua                                      : Bp ATMA

Kepala Desa ke tiga                                      : Bp CASMIDI

Kepala Desa ke empat                                  : Bp MUJI

Kepala Desa ke lima                                     : Bp MARSONO

Kepala Desa ke enam                                   : Bp WINARSO ( sampai sekarang )

 

Facebook Comments